Tuesday, May 21, 2013
Verny Tak Ingin Denny Sumargo Segera Ditangkap
JAKARTA â" Verny, wanita yang mengaku dihamili oleh Denny Sumargo, meminta pihak kepolisian untuk tidak terburu-buru menangkap pemain basket tersebut.Wanita yang berprofesi sebagai DJ ini mengatakan, proses pelaporannya terhadap Denny masih terus berjalan. Namun dia meminta pihak berwenang untuk tidak terburu-buru menyelidiki kasus Denny. Semua ini dilakukan agar lebih jelas bukti untuk memenjarakan Denny.
"Aku belum tahu kapannya. Awalnya, penyidik bilang bulan Mei, cuma aku bilang jangan terlalu buru-buru. Selediki dulu saja yang benar, biar menangkap Denny-nya enak," ucap Verny saat dihubungi wartawan, Selasa (21/5/2013)
Verny juga mengungkapkan jika bintang film 5 CM tersebut sangat pandai memutarbalikkan fakta. Oleh karenanya, bukti yang kuat harus benar-benar dimiliki.
"Denny pintar membalikkan fakta. Jadi penyidik sekarang lagi cari-cari bukti. Bukti di aku juga sebenarnya sudah cukup. Takutnya aku dikira bohong, jadi aku minta untuk cari bukti lain ke penyidik," tukasnya.(gal)
Jelang Nikah, Calon Suami Jane Shalimar Belum Rampungkan Perceraian
JAKARTA- Pembacaan ikrar talak Didi Mahardika dalam sidang cerainya dengan Garneta Haruni kembali ditunda. Pasalnya, cucu Bung Karno itu dikabarkan masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut sangat disayangkan oleh kuasa hukum Garnetta, Petrus Balapattyona. Menurutnya, jika Didi berhalangan hadir sebenarnya pembacaan ikrar talak dapat diwakilkan kuasa hukumnya. Namun, hal tersebut tidak dilakukan kekasih Jane Shalimar itu.
"Menurut undang-undang bisa diwakili kuasa hukumnya, dan dari kuasa hukumnya dia. Sudah dua hari katanya enggak bisa minta tanda tangan Didinya," ujar Petrus ditemui di PA Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2013).
Namun Petrus mengaku pasrah jika Didi terbukti benar sakit sehingga tidak dapat melakukan ikrar talak. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan hakim menggugurkan talak yang diajukan Didi. Padahal, Didi sudah merencanakan pernikahan dengan Jane Shalimar pada 1 Juni 2013.
"Tetapi kalau benar sakit, kita harus gimana lagi. Nanti apakah majelis memberi peringatan atau mengugurkan perceraian, itu tergantung kita serahkan kepada hakim," tandasnya.
Tahanan Kota, Dimas Andrean Jadikan Istri sebagai Jaminan
JAKARTA- Dimas Andrean merasa lega setelah masa tahanan kotanya diperpanjang. Dimas saat ini menjadi terdakwa atas kasus penganiayaan dan pengrusakan terhadap seorang pemilik kost tempatnya tinggal. Semenjak dilaporkan oleh korban penganiayaannya pada Juli 2012 silam Dimas menjadi tahanan kota sejak 26 Maret sampai 14 April 2013. Kemudian diperpanjang 15 April sampai 14 Mei 2013.
"Alhamdulillah status tahanan Kota diperpanjang sampai 28 Mei," ucap kuasa hukum Dimas, Andri ditemui di PN Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2013).
Andri mengungkapkan, Dimas tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk memperpanjang masa penangguhan penahanan atas dirinya. Istri Dimas, Novita Triutama Dewi menjadi jaminan atas penangguhan penahanan suaminya.
"Ini bagus sekali karena saudara Dimas selama ini sangat kooperatif, dan saudara Dimas tidak akan menghilangkan bukti atau melarikan diri. Kalau jaminan uang enggak ada, sementara ini jaminannya adalah keluarga dan istrinya sendiri, yaitu saudari Novi," terangnya.
Minta Rujuk, Arya Wiguna Janjikan Rp1 M
JAKARTA â" Arya Wiguna ternyata pernah meminta bekas istrinya, Dewi Almira untuk kembali dalam pelukannya. Namun, Arya ditolak meski sempat memberi iming-iming uang sebesar Rp1 miliar."Dulu saat saya belum seperti ini, saya minta balikan demi anak-anak. Dia (Dewi) enggak mau. Sampai mau dikasih Rp1 miliar juga ogah balikan. Saya sampai sujud-sujud di kaki dia," ungkap Arya saat dihubungi melalui telefon, Selasa (21/5/2013).
Dewi sebelumnya sempat memperingatkan Arya untuk tidak sombong, mengingat kini namanya semakin dikenal masyarakat luas. Hal tersebut pun diterima oleh bekas murid Eyang Subur ini dengan hati terbuka. Namun, Arya mengaku tidak senang, jika dia disebut sombong.
"Kalau bilang saya jangan sombong, itu sebuah nasihat saya hargai. Kalau dia bilang, saya sombong, saya enggak suka. Sekarang yang sombong siapa?" tandasnya.(gal)
Revalina Banjir Tawaran Masuk Partai Politik
JAKARTA- Revalina S Temat mengaku banyak menerima tawaran untuk terjun ke dunia politik. Namun, bintang film Tanda Tanya ini masih menolaknya. "Pernah, tapi enggak ke situ sih arahnya. Sudah lama, (ditawarin) jadi anggota partai gitu awalnya. Enggak tertarik saja. Memang belum pengen," ujar Reva di acara launching Gerakan Ayo Bergerak dari AMM Berdikari di Theater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Sebagai sesama selebriti, Reva tidak mempermasalahkan banyak artis yang terjun ke dunia politik dengan menjadi pejabat atau calon legislatif. Bagi bintang film Perempuan Berkalung Sorban ini, semua memang sudah menjadi pilihan sang artis.Â
"Enggak apa-apa ya. Itu kan pilihan masing-masing orang. Jadi kalau nyaman ya enggak apa-apa," tandasnya.
Meski menolak terjun ke dunia politik, Reva tetap bersedia menjadi duta lingkungan dari organisasi yang digagas Ali Masykur Musa. Namun, Reva menegaskan aktivitasnya murni untuk gerakan sosial.
"Sekali lagi ini bukan partai politik. Ini murni gerakan sosial. Enggak ada unsur politiknya," elaknya.
Dimas Andrean Tak Terima Didakwa Miliki Senjata Tajam
JAKARTA â" Sidang kasus penganiayaan dan pengrusakan yang dilakukan Dimas Andrean kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini.Sidang kali ini, Dimas yang diwakili kuasa hukumnya, membacakan eksepsinya atau pembelaan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang sebelumnya.
Menurut kuasa hukumnya, Fariz Eka Putra, dakwaan yang diberikan JPU sangat tidak jelas dan membingungkan sehingga tidak dapat diterima. Hal juga tersebut disampaikannya dalam pembelaan.
"Tidak jelas, JPU mendakwa terdakwa menggunakan senjata tajam seperti apa. Dakwaan JPU tidak bisa diterima karena dakwaan kabur, membingungkan yang memungkinkan terdakwa tidak bisa membela diri," ucap Fariz ditemui di PN Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2013).
Fariz mengungkapkan, dalam dakwaan JPU, disebutkan alat bukti dalam kasus ini merupakan pisau sehingga Dimas dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan senjata tajam. Namun menurutnya, pasal tersebut sangat memberatkan kliennya.
"Memang secara fakta, dakwaan jaksa menyampaikan alat penikam sampai saat ini tidak ada. Apa yang diterapkan pada UU darurat itu sangat berat," tukasnya.(gal)
Banyak Godaan, Depe Lebih Waspada
JAKARTA- Dewi Persik menyadari kehidupannya sebagai artis sangat rentan dengan berbagai godaan yang berakibat buruk bagi pencitraannya. Oleh karena itu, janda Saipul Jamil ini selalu waspada dengan godaan yang datang."Saya harus waspada di lingkungan saya. Paling setelah kerja saya ke rumah," kata Depe di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan.
Dunia artis yang identik dengan dunia malam pun bisa berdampak pada pencitraan Depe sebagai artis. Namun, Depe tak mau banyak memusingkan komentar negatif orang. Apalagi, dia pergi ke klub malam hanya untuk menyanyi saja.
"Saya ke klub hanya kerja sebagai penyanyi. Selebihnya terserah orang mau menilai apa," tandasnya.
Belum Bisa Naik Haji, Poppy Bunga Ajak Keluarga Umrah
JAKARTA â" Poppy Bunga siap begadang selama di Tanah Suci Makkah. Sebab dia sangat ingin sampai di depan Kabah dan Hajar Aswad."Aku sih yang pasti ke semua tempat, tapi yang paling pengin ke Kabah dan pengin ke Hajar Aswad. Istilahnya, enggak tidur-tidur deh. Isya tidur di masjid, bangun terus tahajud," kata Poppy di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/5/2013).
Menurut Poppy, orangtuanya sebenarnya ingin pergi haji. Namun, karena antrenya cukup lama, Poppy akhirnya memutuskan untuk umrah dahulu.
"Ini sih sebenarnya pertama kali dengan keluarga aku ya. Sebenarnya mama penginnya naik haji, tapi kan ngantrenya panjang. Ya sudahlah sama-sama ibadah juga, kapan lagi naikin orangtua," pungkasnya.(gal)
Jadi Duta Lingkungan, Revalina Rela Panas-panasan
JAKARTA- Artis cantik Revalina S Temat sedang disibukkan dengan kegiatan baru. Bintang film Perempuan Berkalung Sorban ini lebih banyak aktif di bidang lingkungan. "Ini kan membuat anak muda untuk bergerak. Kalau dari saya kan sebagai duta lingkunga AMM ya mengajak anak muda perbaiki lingkungan yang ada di sekitar. Kemarin saja kita panas-panasan, keringatan. Itu sih risiko yang sudah pasti saya terima. Saya enggak masalah," ujar Reva di acara launching Gerakan Ayo Bergerak dari AMM Berdikari di Theater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Salah satu aktivitas Reva yaitu membagikan bibit pohon di Bundaran HI, Jakarta. Sebagai duta lingkungan, Reva tentu ingin mengajak agar anak-anak muda lebih peduli terhadap lingkungan. Apalagi, saat ini kepedulian terhadap lingkungan dirasa minim.
"Tujuannya supaya masyarakat lebih aware dan peduli terhadap lingkungan. Next kita akan lebih banyak mengadakan aksi sosial. Kita di sini enggak cuma ngomong saja, tapi memberikan aksinya. Kalau aku lihat tingkat kepedulian terhadap lingkungan itu sudah berkurang. Kita jangan memikirkan kehidupan sekarang saja, tapi ke depan untuk anak dan cucu kita," jelasnya.
Bukan tanpa alasan, organisasi yang digagas Ali Masykur Musa itu mengajak Reva sebagai duta lingkungan. Sikap Reva dianggap layak dan cocok untuk kampanye di depan anak-anak muda.
"Hutan yang sudah mulai rusak harus dibikin hijau kembali. Yang lain boleh bawa api, tapi kami di sini membawa air. Saya kenal karena memang kultur Reva ini sedikit saya paham. NU, komunitas santri dan komunitas Muslim. Yang dperankan Reva banyak mengangkat masalah etnik dan moral. Salah satu filmnya, Perempuan Berkalung Surban. Buat komunitas santri, muslimah, itu mengena," papar Ali Masykur Musa.





