Monday, August 12, 2013

Tya Ariestya Persembahkan Rumah Baru untuk Ibunda

Tya Ariestya Persembahkan Rumah Baru untuk IbundaBANTENâ€" Walau masih muda, Tya Ariestya sudah memiliki rumah sendiri. Ternyata, rumah tersebut sengaja dia miliki untuk dipersembahkan untuk sang ibunda.

Rumah yang terdapat di kawasan Ciputat, Banten tersebut, dibangun dari hasil jerih payahnya selama ini. Meski menggunakan namanya sendiri untuk status kepemilikan, rumah tersebut untuk membahagiakan ibundanya.

"Ini memang rumah pribadi aku, hasil kerja keras aku. Surat rumah ini atas nama aku, tapi dipersembahkan untuk mama. Jadi aku ikutin mama aku apa adanya," ungkapnya saat ditemui di kawasan Ciputat, Banten, Senin (12/8/2013).

Tya pun tidak segan mengadakan acara syukuran. Harapannya, rumah tersebut akan menjadi berkah bagi dirinya dan keluarga.

"Alhamdulillah, ini rumah yang di kawasan Ciputat sudah jadi, dan sekalian saja selametan panggil ustadz. Jadi ada sedikit tausiyah. Selametan lah biar rumahnya berkah," pungkasnya.

Makna Lebaran bagi Haykal Kamil

Makna Lebaran bagi Haykal KamilJAKARTA - Haykal Kamil memiliki makna sendiri terhadap Hari Kemenangan. Baju baru serta tradisi makanan, bukanlah hal penting bagi adik kandung Zaskia Adya Mecca itu.

"Keluarga gue itu bukan yang memersiapkan baju Lebaran, karena menurut kita esensi Lebaran itu bukan kayak gitu, kita bisa baju itu kapan saja," ungkap Haykal Kamil saat ditemui di kawasan FX Sudirman, beberapa waktu lalu.

Pemahaman tersebut sudah ditanamkan dalam keluarga besarnya. Menurutnya, makna Lebaran adalah menyambung tali silaturahmi di antara keluarga besar yang jarang ditemui dalam kesehariannya.

"Intinya kita mempererat silaturahmi sih, karena hari-hari di luar Ramadan dan Lebaran kita padat banget aktivitas di luar. Nah sekarang ini saatnya berkumpul," tandasnya.

Jalur Pantura Belum Baik, Okky Lukman Urungkan Niat Mudik

Jalur Pantura Belum Baik, Okky Lukman Urungkan Niat MudikJAKARTA - Okky Lukman (28) merasa paling senang mudik ke Solo menggunakan mobil pribadi. Bukan trauma dengan pesawat atau tiket yang sulit diperoleh, namun lebih kepada menikmati perjalanan dan suasana perjalanan darat dengan mobil Pribadi.

"Aku memang kalau mudik paling seru naik mobil, jarang naik pesawat. Mudik paling seru perjalanannya, bisa nginep-nginep di mana, dan berhenti di mana saja," kata prensenter lucu ini saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Namun, perbaikan jalur pantura yang tak kunjung usai membuat Okky membatalkan niatnya pulang kampung. Macet, dan risiko kecelakaan tinggi menjadi alasan Okky tidak pulang kampung saat Idul Fitri tahun ini.

"Enggak pulang, karena jalannya rusak daripada kemacetan, bahaya juga," ungkapnya.

Meski tak pulang kampung, nuansa kampung halaman tetap dipertahankan Okky saat merayakan Lebaran di Jakarta. Beragam makanan serta ritual sungkeman tetap menjadi tradisi yang tak bisa dihilangkan.

"Tradisinya tetap sama, lagian kan di Jakarta ada Pak Jokowi jadi sama saja lah ya," tandasnya.

Tak Ada Kontrak Antara Ustadz Solmed & Panitia di Hong Kong

Tak Ada Kontrak Antara Ustadz Solmed & Panitia di Hong KongTANGERANGâ€" Ustadz Solmed mengaku tidak memiliki kontrak dengan panitia acara dakwah yang diadakan di Hong Kong. Menurutnya, semua ini baru sebatas obrolan.

Sebelumnya, Ustadz Solmed diberitakan sebuah media berbahasa Indonesia di luar negeri yang diduga telah melakukan pembatalan sepihak untuk acara tabliq akbar yang diselenggarakan di Hong Kong. Dalam pemberitaan itu, Solmed disebut meminta bayaran yang sangat tinggi.

"Tidak ada surat perjanjian apapun. Semua by phone kan, sama kayak temen-temen di Taiwan, kita by phone. Tapi saya dateng kok, padahal anak saya baru lahir, enggak masalah. Anda boleh tanya panitia di Taiwan, ini jamaah disuruh bayar enggak? Enggak, ya udah saya berangkat," jelas Solmed kepada Okezone di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/8/2013).

Lebih lanjut suami April Jasmine ini, menjelaskan bahwa dari perbincangan yang ada, tidak ditemukan titik temu untuk acara tersebut. Oleh karenanya, Solmed membantah jika disebut melakukan pembatalan sepihak.

"Memang sudah saya cancel, cancel sama membatalkan sepihak itu beda lho. Membatalkan sepihak itu, kalau semua sudah ditanda tangani lalu dibatalkan. Ini kita masih musyawarah, enggak ketemu titiknya," jelasnya.

Dituduh Minta Bayaran Tinggi, Ini Jawaban Ustadz Solmed

Dituduh Minta Bayaran Tinggi, Ini Jawaban Ustadz Solmed TANGERANGâ€" Belum lama ini, beredar sebuah pemberitaan di media asing yang menyebutkan jika Ustadz Solmed melakukan pembatalan dakwah secara sepihak. Kabarnya, pembatalan ini karena bayaran yang diterimanya kurang.

Namun Ustadz Solmed membantah hal tersebut. Menurutnya, pembatalan ini terjadi karena jamaah yang hadir di Hongkong, dimintai tiket bayaran. Hal tersebutlah yang membuat Solmed mengurungkan niatnya untuk berdakwah.

"Kita dakwah ikhlas. Tahu-tahu sampai di lokasi, itu jamaah disuruh bayar. Saya hitung-hitung itu bisa sampai dapet Rp150 juta. Begitu yang kedua kali, saya bilang 'Catatannya Anda gratisin, enggak usah bayar saya, saya akan dakwah’. Ternyata mereka enggak mau. Itu bisnis mereka, enggak mau saya, saya batalin," kata Solmed saat berbincang dengan Okezone, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/8/2013).

Menurut suami April Jasmine itu, semua pihak harus mengambil pembelajaran dari dampak permasalahan tersebut. Sehingga untuk ke depannya, tidak ada lagi orang yang dikecewakan.

"Enggak ada (yang kecewa), kita jangan gitu juga. Kita harus fair juga dong. Jangan Anda undang saya dengan bahasa dakwah, tapi sampai di sana, disuruh bayar orang. Saya enggak pernah nuntut harus naik ini-itu, nge-bis pun saya jadi. Enggak ada masalah," tutupnya.

Punya Istri, Omesh Pulang Kampung ke Surabaya

Punya Istri, Omesh Pulang Kampung ke SurabayaJAKARTA - Ananda Omesh dan Dian Ayu Lestari selalu bergantian pulang kampung. Omesh yang mempunyai kampung halaman di Sukabumi, dan Bandung harus mengalah karena Lebaran tahun ini pulang kampung ke Surabaya, tempat sang istri.
 
"Saya Lebaran ke Surabaya dulu ke rumah istri, baru nanti ke Sukabumi. Sekarang gantian, karena Lebaran tahun lalu ke Sukabumi dulu," kata Omesh saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Pulang kampung ke tempat sang istri merupakan pengalaman menarik bagi Omesh. Bukan hanya tempatnya, tetapi juga suasana dan tradisi Lebaran yang berbeda dari biasanya.

Dian Ayu Lestari yang masih memiliki darah Maluku, Ambon, membuat hidangan Lebaran bernuasa ketimuran. Papeda menjadi makanan tradisi Lebaran baru bagi Omesh.

"Mudik ke surabaya seru banget, hidangan ada beberapa dari Ambon kayak papeda, kue khas juga dari sana," tutupnya.

Ayahanda Rai "D'Masiv" Tutup Usia

Ayahanda Rai "DJAKARTAâ€" Kabar duka tengah menyelimuti keluarga D’Masiv. Ayahanda Rai meninggal dunia kemarin sore.

Rian, mengatakan ayah Rai merupakan orang yang benar-benar mengikuti perkembangan D’ Masiv dari nol sampai besar seperti sekarang ini.

"Yang pasti kita sebagai sahabat sangat berduka, karena kita juga sudah menganggap orangtua Rai seperti orangtua kita sendiri. Karena beliau adalah salah satu saksi hidup, besarnya D’Masiv dari nol," kata Ryan saat berbincang dengan Okezone, Senin (12/8/2013).

Menurut vokalis D'Masiv ini, ayahanda Rai meninggal sekira pukul 18.00 WIB. Namun, dia baru mendapat kabar tersebut pada malam hari.

"Meninggalnya sih tiba-tiba, padahal tadinya baik-baik aja. Kita dapat kabar jam tujuh (malam). Akhirnya kita langsung ke rumah duka tadi malam. Ya baca Yasinan," jelasnya.

"Dan tadi sudah dimakamkan jam 11-an, di deket rumahnya juga, di kawasan Cileduk," tambahnya.

Waktu Kebebasan Diundur, Andhika Stres

Waktu Kebebasan Diundur, Andhika StresJAKARTAâ€" Andhika Mahesa, resmi dibebaskan dari LP Rajabasa, Lampung sore ini. Namun ternyata, mantan vokalis Kangen Band itu sempat stres lantaran waktu kebebasannya diundur.

Menurut jadwal sebelumnya, Andhika sudah bisa menghirup udara segar pada pukul 07.00 WIB. Namun, karena adanya perubahan, waktunya diundur menjadi pukul 15.00 WIB.

"Dia stres, harusnya bebas kan jam tujuh pagi tadi," ujar kuasa hukum Andhika, Priyagus Widodo kepada wartawan, Senin (12/8/2013).

Pengunduran waktu tersebut, terjadi karena alotnya proses negosiasi antara pihak pengacara dengan jaksa. Menurut Priyagus, pihak pengacara yakin jika pria berponi itu telah selesai menjalani masa tahanan selama tujuh bulan. Namun, dari Jaksa Penuntut Umum meminta pengadilan menambah masa tahanan.

Sontak saja, hal tersebut membuat Andhika stres karena khawatir masa penahanannya akan diperpanjang.

"Dia SMS, pakai handphone siapa enggak tahu. Katanya stres masih ketakutan ada perpanjangan penahanan," terang Priyagus.

Ade "Govinda" & Chika Jessica Saling Memaafkan

Ade "Govinda" & Chika Jessica Saling MemaafkanJAKARTA - Pascaputus, Ade “Govinda” tampak tidak lagi menjalin komunikasi dengan Chika Jessica. Meski demikian, keduanya saling memaafkan di tengah momen Lebaran ini.

"Kalau gue sih, saling memaafkan pasti ya itu," kata Ade saat dihubungi wartawan, Senin (12/8/2013).

Walaupun sudah saling memaafkan, gitaris Govinda itu mengaku tidak lagi menjalin komunikasi dengan secara intens dengan mantan pacarnya.

"Cuma kalau telepon, SMS, atau BBM enggak sih ya," jelasnya.

Pasangan ini sempat diberitakan akan segera menikah. Namun, belakangan, Ade kepergok selingkuh dengan seorang model. Akhirnya hubungan mereka pun kandas di tengah jalan. Sebelumnya, Ade juga sempat berpacaran dengan Tiwi “T2”, yang kemudian ditinggalkan dan berpacaran dengan Chika.

Fifie Buntaran Saweran di Hari Raya

Fifie Buntaran Saweran di Hari RayaJAKARTA - Bagi artis Fifie Buntaran, Idul Fitri merupakan momen berkumpul dengan keluarga besarnya. Namun, dia tidak memiliki tradisi khusus merayakan Idul Fitri.

"Tradisi cuma makan lontong sayur, ketupat, opor ayam, harus, sambal hati. Soalnya di sana kumpulnya keluarga besar, kumpul malam takbiran, dan Lebaran pertama. Lebaran kedua, ya sepi, sudah pada pulang," ungkap Fifie ditemui di Kuningan, beberapa waktu lalu

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, setiap Lebaran selalu menggelar "saweran" kepada para keponakan dan anak-anak kecil di sekitar rumah orangtuanya. Hal tersebut selalu mengingatkannya saat masa-masa kecil di Bandung.

"Lebaran itu momennya sawer, waktu kecil ngambilin, bagi-bagiin juga buat yang kecil. Biasanya goceng (Rp5000), di mixed ada  beberapa lembar," tandasnya.