Monday, March 11, 2013

Raffi Minta Narkoba Diracik Saat Pulang Bareng WH

Raffi Minta Narkoba Diracik Saat Pulang Bareng WHJAKARTA- Kuasa hukum Badan Narkotika Nasional (BNN), Partahi Sihombing, menegaskan kesaksian salah satu penyidik BNN yang menyebut Raffi meminta dibuatkan racikan MDMA (ekstasi).

Permintaan itu dilakukan saat Raffi dalam perjalanan pulang bersama salah satu temannya berinisial WH.

"Dalam HP sudah dibuka. Ternyata dalam HP itu disebutkan, pada saat Raffi perjalanan pulang dengan WH menyebutkan, 'Tolong siapkan MDMA. Masih ada kan bro.' Itu BBM-nya, transkrip dari HP Raffi," beber Partahi ditemui di PN Jakarta Timur, Senin (11/3/2013).

Lebih lanjut, dia menambahkan, teman Raffi juga menyiapkan tiga gelas minuman yang sudah diracik dengan zat tersebut. Menurutnya, Raffi mengetahui obat yang dikonsumsinya merupakan obat terlarang.

"Kemudian disiapkan di situ ada tiga gelas yang sudah diracik minuman. Raffi sendiri tahu obat itu dilarang. Cuma pemahamannya Raffi itu MDMA bukan MDMC," tandasnya.

Baru Rilis, OZ: The Great and Powerfull Puncaki Box Office

Baru Rilis, OZ: The Great and Powerfull Puncaki Box OfficeLOS ANGELES - Film petualangan fantasi Disney Oz: The Great and Powerfull berhasil menjadi salah satu karya terbesar tahun ini, karena langsung menempati posisi box office sejak dirilis pekan lalu.

Film yang dibintangi James Franco dan Mila Kunis itu menempati urutan kedua dengan keuntungan sebesar USD80,3 juta. Sementara posisi pertama masih ditempati The Hobbit: An Uxpected Journey dengan pendapatan USD85,8 juta pada Desember 2012.

Oz: The Great and Powerfull dibuat menggunakan dana sebesar USD200 juta sukses meraup keuntungan di seluruh dunia hingga USD150 juta.

Peringkat kedua ditempati Jack the Giant Slayer yang disutradarai Bryan Singer. Film ini mendapat keuntungan sebesar USD189 juta. Sedangkan posisi ketiga diisi film komedi Identity Thief dengan pendapatan USD6,3 juta.

Berikut, peringkat box office seperti dilansir Aceshowbiz, Senin (11/3/2013).

1. Oz: The Great and Powerful - USD80,3 juta
2. Jack the Giant Slayer - USD10 juta
3. Identity Thief - USD6,3 juta
4. Dead Man Down - USD5,3 juta
5. Snitch - USD5,1 juta
6. 21 and Over - USD5 juta
7. Safe Haven - USD3,8 juta
8. Silver Linings Playbook - USD3,7 juta
9. Escape From Planet Earth - USD3,2 juta
10. The Last Exorcism Part II - USD3,1 juta.

Sering Bolak-balik, Eru Belum Ingin Jadi Artis Indonesia

Sering Bolak-balik, Eru Belum Ingin Jadi Artis Indonesia

Tak Dianggap Artis, Afgan Lebih Nyaman di Kampus

Tak Dianggap Artis, Afgan Lebih Nyaman di KampusJAKARTA- Sebagai musisi papan atas, tak dipungkiri sosok Afgan selalu dikenal. Pelantun "Bukan Cinta Biasa" ini mengaku sangat senang bisa dikenal banyak orang saat berpergian.

"Kalau ke tempat ramai dikenalin juga. Saya senang appreciate banget," ujar Afgan ketika ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/3/2013).

Namun, kata Afgan, kondisinya justru berbanding terbalik jika dirinya berada di kampus. Diakui Afgan, dirinya tidak pernah diperlakukan bak selebriti selama berada di lingkungan kampus.

"Yang paling nyaman di kampus, enggak ada yang memperdulikan. Mungkin mereka tahu, tapi mereka cuek. Gue diperlakukan seperti semuanya," ungkapnya.

Sebelum Melahirkan, Ayu Dewi Sempat Senam Aerobik

Sebelum Melahirkan, Ayu Dewi Sempat Senam AerobikJAKARTA â€" Kebanyakan wanita jelang melahirkan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau rumah sakit, tidak begitu dengan Ayu Dewi. Menurut sang suami, Regi Datau, sehari sebelum melahirkan Ayu malah senam aerobik.

Regi mengungkapkan, sehari sebelum melahirkan Ayu sempat berjalan-jalan ke kawasan Bundaran HI sampai Monas. Bahkan, Regi mengatakan, sang istri sempat ikut latihan aerobik.

"Istri saya agak unik ya, entah ngidam atau enggaknya saya enggak tahu. Ayu aktif banget, dari bundaran HI ke Monas. Istri saya iseng ikut aerobik, makan, pergi seharian naik Trans Jakarta, lihat furnitur, sampai rumah setelah Magrib," papar Regi saat ditemui di RSPI, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2013).

Lebih lanjut Regi mengungkapkan, setibanya di rumah, kira-kira pukul 21.30 WIB, air ketuban presenter Dahsyat itu pecah. Kemudian, pihak keluarga memutuskan  membawanya ke rumah sakit.

“Sampai di rumah sakit, dicek sudah pembukaan dua. Masuk 22.30 WIB, prosesnya cepat sampai pembukaan lima. Setelah itu enggak secepat sebelumnya, hampir Subuh progresnya enggak cepat. Sama dokter dikasih obat supaya kontraksi, pembukaan lengkap jam 08.03 WIB itu terdengar tangisan anak pertama kita," tandasnya.

Ayu Dewi melahirkan putri pertamanya melalui proses persalinan normal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta pada pukul 08.03 WIB dengan berat 2,8 kg dan panjang 48 cm.(gal)

Lahirkan Bayi Perempuan, Ayu Dewi Belum Pilih Nama

Lahirkan Bayi Perempuan, Ayu Dewi Belum Pilih Nama

Penyidik BNN Sebut Inisial WH Minta Narkoba di Rumah Raffi

Penyidik BNN Sebut Inisial WH Minta Narkoba di Rumah RaffiJAKARTA- Sidang praperadilan kasus Raffi Ahmad menghadirkan saksi seorang penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) bernama Agus. Dalam kesaksiannya, Agus menyebut ada lima orang yang meminta dibuatkan MDMA (ekstasi) kepada temannya.

Dari kelima inisial yang disebutkan saksi, salah satunya berinisial WH. Inisial WH memunculkan dugaan kuat nama tersebut merupakan Wanda Hamidah yang memang sempat ikut digerebek BNN beberapa waktu lalu.

"Lima orang yang mau minta diracik itu yang pertama Raffi, MA, WH, W, SG. HP dibuka di TKP," ucap Agus dalam sidang, Senin (11/3/2013).

Agus menegaskan, dalam proses penangkapan tidak ada pemaksaan terhadap Raffi. Menurutnya, saat pemeriksaan tidak ada tekanan dari presenter Dahsyat itu.

"Tekanan tidak ada, dia (Raffi) menjelaskan apa yang dia ketahui pada saat melakukan penyidikan. Suasananya santai, Raffi bisa keluar masuk ke belakang. Raffi santai waktu itu, tidak ada paksaan. Tidak ada perubahan BAP," tandasnya.

Cerai, Kiki Amalia Masih Tuntut Mobil Mewah

Cerai, Kiki Amalia Masih Tuntut Mobil Mewah

Sunday, March 10, 2013

Saksi BNN: Raffi Ngajak Pesta Narkoba

Saksi BNN: Raffi Ngajak Pesta NarkobaJAKARTA - Sidang praperadilan kasus Raffi Ahmad kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hari ini. Di sidang kali ini, BNN mengajukan saksi, seorang penyidik bernama Agus. Sedangkan tim kuasa hukum Raffi tidak mengajukan saksi.

Dalam kesaksiannya, Agus mengungkapkan, saat penggerebekan pihak BNN menyita telefon seluler milik Raffi. Dalam isi transkrip itu, BNN menemukan bukti Raffi mengatakan ekstasi (MDMA).

"Pada saat penggerebekan itu dikumpulkan, handphone (hape) diperiksa, kita lakukan penggeledahan. Hape milik Raffi Ahmad kita buka secara manual, memang di situ ada yang mengatakan Raffi menggunakan MDMA," kata Agus dalam sidang.

Dalam kesaksiannya, dari hasil pemeriksaan BBM milik Raffi meminta seorang temannya mengajak diadakan pesta narkotika di kediamannya. Pada saat penggerebekan, ditemukan dua linting ganja dan 14 pil ekstasi.

"Hasil pemeriksaan di lapangan, di transkrip handphone itu bilang, 'Kita MDMA-an malam ini'. BBM ke Raffi, 'Racikan buat saya 5 org'. 'MDM-nya masih banyak kan, bro?'. Pas penggerebekan ditemukanlah ganja dan 14 pil MDMA itu," tandasnya.