Tuesday, March 19, 2013

Punya Firasat, Teman Sekolah Tak Sempat Jenguk Tata Dado

Punya Firasat, Teman Sekolah Tak Sempat Jenguk Tata DadoJAKARTA- Sebagai teman dekat saat masih di sekolah, Mari mengaku sudah memiliki firasat terhadap almarhum Tata Dado. Bahkan, dirinya menyesal belum menjenguk Tata saat masih terbaring sakit.

"Sebelumnya saya sudah punya firasat, padahal saya mau besuk dia tapi sorenya dia sudah enggak ada," kata Mari saat ditemui di tempat pemakaman Tata, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2013).
 
Bahkan kata Mari, sebenarnya angkatan sekolahnya ingin mengadakan reuni setelah Tata sembuh. Namun, takdir berkata lain.

"Padahal kita sudah berencana akan reunian kalau Tata Dado sudah sembuh," ungkapnya.

Diakui Mari, dirinya dan teman-teman sekolah almarhum sangat terpukul. Untuk keluarga Tata, Mari mendoakan agar diberikan kesabaran dan ketabahan.

"Untuk keluarganya, agar diberikan ketabahan, sabar dan ikhlas," doanya.

Dipenjara, Jupe Dapat Dukungan Keluarga

Dipenjara, Jupe Dapat Dukungan KeluargaJAKARTA- Sejak ditangkap Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Julia Perez (Jupe) mengaku sudah siap mental untuk menjalani hari-harinya di balik jeruji besi. Artis yang dipenjara karena menganiaya Dewi Persik ini menyerahkan semua kepada Tuhan.

"Secara mental Bismillah, serahin kepada Allah. Segala sesuatu itu izin Allah. Kesepakatan kita terlaksana, saya akan melakukan eksekusi itu," kata Jupe saat ditemui di Kejaksaan Negeri, Jakarta Timur, Senin (19/3/2013).

Sementara itu, menurut kuasa hukum Jupe, Malik Bawazier, pihak keluarga Jupe pun telah memberikan support kepada kekasih Gaston Castano itu. Sama seperti rekan Jupe yang lain, keluarga Jupe memberi dukungan mental kepadanya.

"Sudah saya sampaikan sama pihak keluarga (terkait penyerahan diri Jupe ke Kejari). Mereka tetap support dan teman-temannya," kata Malik.

Robert Patinson-Kristen Stewart Nyesal Main Twilight

Robert Patinson-Kristen Stewart Nyesal Main TwilightLOS ANGELES - Robert Pattinson (Rob) dan Kristen Stewart berhasil mencuri perhatian dunia ketika bermain dalam film Twilight. Pasangan ini sukses meraih popularitas serta menjadi idola remaja.

Film Twilght yang mereka bintangi juga mampu meraih keuntungan yang besar dan masuk box office. Dalam sekejap, Rob dan Kristen menjadi pasangan paling terkenal di Hollywood.

Namun penulis Twilight, Stephenie Meyer mengungkapkan pendapat yang mengejutkan. Menurutnya, Rob dan Kristen tidak merasa nyaman dengan status selebriti yang mereka dapatkan sejak bermain dalam film yang diangkat dari novel tersebut.

Dia menilai Rob dan Kristen tak suka bila kehidupan pribadinya disorot oleh kamera. Stephenie juga ragu jika mereka bersedia untuk kembali bermain dalam Twilight.

"Aku merasa mereka tidak menikmati bagian (ketenaran) yang semua orang rasakan. Dan aku mengerti itu, karena itu tidak menjadi urusanku juga. Dan aku merasa buruk tentang itu. Jika mereka punya pilihan, aku tak berpikir mereka mau bermain Twilight lagi. Aku hanya tidak tahu. Aku pikir ini semua harus dibayar dengan mahal," kata Stephenie.

Lebih lanjut, Stephenie mengungkapkan, Rob dan Kristen bukanlah tipe orang yang sengaja mengejar popularitas seperti banyak artis pada umumnya. Hal itulah yang dia merasa bersalah karena telah mengubah kehidupan mereka.

"Ada beberapa aktor yang mencari ketenaran di dunia, dan meskipun mereka tahu ada banyak hal negatif di dalamnya, itulah yang mereka inginkan. Tapi itu tidak sama untuk Kristen dan Rob. Itulah yang membuatnya terlihat seperti ironi dan tragis," tutupnya. Demikian seperti dilansir Hollyscoop, Selasa (19/3/2013).

Teman Sekolah Kenang Tata Dado Sering Bolos Sekolah

Teman Sekolah Kenang Tata Dado Sering Bolos SekolahJAKARTA- Sebagai teman sekolah, Mari mengatakan bahwa dirinya memiliki pengalaman dan kesan yang tak terlupakan bersama almarhum Tata Dado.

"Saya teman Tata di SMA 45. Banyak pengalaman dan kesan-kesan saya dengan Tata Dado," ujar Mari saat ditemui di tempat pemakaman Tata, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2013).

Diakui Mari, selain baik, sosok Tata itu sangat menyenangkan. Tata pandai bermain sepatu roda. Meskipun almarhum juga sering membolos saat sekolah.

"Tata itu baik, ramah, lucu. Dulu kalau sekolah dia sering bolos juga, hahaha. Dia main sepatu rodanya juga hebat," kenang Mari sedih.

Stop Merokok, Anang Masih Isap Cerutu

Stop Merokok, Anang Masih Isap CerutuDEPOK- Di usianya yang menginjak 44 tahun, Anang Hermansyah bertekad ingin merubah semua kebiasaan buruknya. Dia juga ingin memenuhi janjinya memberikan adik kepada anak bungsunya, Azriel.

"Aku mau memulai semuanya di usia 44 tahun ya, aku mau memperbaiki yang jelek dan memulai yang baru. Aku mau mewujudkan Azriel itu punya adik," ujar Anang saat ditemui di Villa Cinere Mas, Jl. Taman Mercurius 4, Pisangan, Depok, Jawa Barat.
 
Selain itu, Anang juga ingin berhenti merokok. Sebenarnya kata Anang, dirinya sudah dua pekan ini sudah mulai mengurangi merokok. Suami Ashanty itu bertekad bulan depan sudah bisa berhenti mengisap rokok.

"Aku usaha berhenti merokok, karena aku terlalu berat. Mulai dua minggu ini aku mulai jauh berkurang, gantinya cerutu. Semoga bulan depan berhenti," harapnya.

Penggali Kuburan Tata Dado Sempat Salah Gali Makam

Penggali Kuburan Tata Dado Sempat Salah Gali MakamJAKARTA- Isak tangis mengiringi kepergian almarhum Syeh Syafei Dado atau Tata Dado yang hari ini di kebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2013).

Namun, ada perubahan waktu pemakaman yang semula keluarga almarhum berencana memakamkan pada pukul 12:30 WIB atau setelah waktu Dzuhur, namun dimajukan pada pukul 10:00 WIB.

Bahkan, kata salah satu petugas TPU bernama Iwan mengatakan bahwa dirinya dan petugas lainnya sempat salah menggali lubang. Seharusnya, almarhum Tata dikebumikan bersama almarhum ayahnya. Namun, sebelum proses pemakaman, petugas justru menggali makam saudara almarhum yang persis di sebelah makam ayahnya.

"Acara pemakaman mulainya dari jam 10. Mana sempat salah gali, harusnya almarhum dikubur dengan ayahnya, tapi malah gali makam om-nya," kata Iwan kepada para wartawan yang hadir.

Charlie "Setia Band" Prihatin dengan Jupe

Charlie "Setia Band" Prihatin dengan JupeJAKARTA - Kasus hukum yang menimpa Julia Perez (Jupe) turut mendapat perhatian vokalis dan pendiri Setia Band, Charlie Van Houten. Bekas vokalis ST12 itu pun mendoakan kasus yang menimpa Jupe bisa selesai dengan cepat.

"Mendoakan saja, sesama teman harus saling mendoakan. Intinya dua-duanya harus saling punya itikad yang baik," kata Charlie saat ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (19/3/2013).

Charlie pun berharap masalah yang menimpa Jupe dan Depe segera berakhir.

"Semoga masalahnya cepat kelar, aku kenal baik sama Jupe, sama Depe juga kenal baik. Ya selesaikan dengan baik," harapnya.

Pelantun "PUSPA" itu juga turut prihatin atas kasus yang menimpa keduanya.

"Pasti prihatin, tapi tetap mendoakan. Karena masalahnya kita enggak tahu apa-apa, orang luar tidak mengerti prosesnya gimana, panjangnya gimana," paparnya.

Menurut Charlie, tidak ada yang salah antara Depe atau Jupe, dia hanya berharap kasusnya selesai dengan baik.

"Kalau aku sih tidak bicara salah atau benar, tapi selesaikan dengan baik-baik, dengan itikad baik," tutupnya.

Video Penangkapan Julia Perez

Video Penangkapan Julia PerezJAKARTA- Julia Perez sempat tidak membukakan pintu selama dua jam kepada petugas eksekusi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Mereka yang sudah datang sejak pukul 19.00 WIB malam pun terpaksa menunggu.
 
Barulah pada pukul 21.30 WIB, Jupe bersedia dibawa petugas Kejari Jaktim untuk dieksekusi menjalani perintah Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasinya, MA memutuskan Julia Perez bersalah atas penganiayaan terhadap Dewi Persik dan harus menjalani hukuman tiga bulan kurungan.
 
Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada 11 Oktober 2011 memutuskan Jupe bersalah dan menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dan enam bulan masa percobaan.
 
Setelah menginap semalam di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jupe akhirnya dibawa ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur untuk menjalani hukuman.
 
Ingin tahu bagaimana detik-detik penangkapan Julia Perez, berikut videonya:
 
Jupe akhirnya ditangkap
 
 

Gangguan Saraf, Jupe Bisa Berobat di Luar Rutan

Gangguan Saraf, Jupe Bisa Berobat di Luar RutanJAKARTA- Setelah ditangkap, Julia Perez (Jupe) kini harus menjalani berobat jalan dengan cara terapi. Namun, menurut kuasa hukumnya, Malik Bawazier kondisi Jupe masih baik-baik saja.

Menurut Malik, ada saraf yang terjepit di bagian leher belakang sampai kepala yang menimbulkan rasa sakit. Kekasih Gaston Castano itupun harus menggunakan penyangga leher. Karena itu, Jupe masih bisa menjalani pengobatan di luar penjara.

"Tentunya nanti pada saat ke LP akan dilakukan terapi. Kalau misalnya terapi itu tidak bisa dilakukan di LP itu nanti bisa dilakukan di luar. Saya pikir itu mekanismenya," kata Malik saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Selasa (19/3/2013).

Jupe ditangkap di rumahnya malam tadi. Dia harus menjalani hukuman penjara tiga bulan karena melakukan penganiayaan terhadap Dewi Persik. Hukuman tiga bulan itu merupakan putusan dari Mahkamah Agung.

Monday, March 18, 2013

Kuasa Hukum BNN Keukeuh Rehabilitasi Raffi Ahmad

JAKARTA - Pihak keluarga Raffi Ahmad telah menyempatkan diri menjenguk presenter Dahsyat itu di Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Menurut tante Raffi, Mudy Pagau, Raffi tidak menjalani rehabilitasi selama berada di Lido.

Namun hal tersebut dibantah kuasa hukum BNN, Partahi Sihombing. Menurutnya, ungkapan tersebut hanya versi pihak keluarga Raffi. Karena BNN sebelumnya sudah merekomendasikan Raffi menjalani rehabilitasi di Lido.

"Keterangan masalah Raffi sedang jalani program apa, kita enggak pantas menilai. Biar pihak Lido yang menjalankan itu semua," kata Partahi, saat dihubungi melalui sambungan telfon, Selasa (19/3/2013).

Lebih lanjut, Partahi mengungkapkan, sejak awal Raffi direkomendasikan mengikuti rehabilitasi medis dan sosial. Sehingga, saat ini Raffi tengah menjalani rehabilitasi fase primer.

"Di situ lebih tertib. Dia tetap menjalani (rehab sosial), bukan hanya rehab medis saja dia diberikan hal-hal yang lain juga," tegasnya.

Partahi juga memastikan, Raffi Ahmad tetap menjalani rehabilitasi sesuai rekomendasi pihak BNN.

"Masa orang ditaruh di tempat rehab masa enggak diapa-apain?. Jangan diliat secara fisiknya saja. Kita percaya lembaga rehab Lido jalankan sesuai program. Yang tahu kondisi fisik dan psikis itu dokter, jangan mengomentari hal-hal yang lain," tandasnya.