Monday, April 29, 2013

Raffi Ahmad Dipaksa Cabut Laporan di Komnas HAM & MKDKI

Raffi Ahmad Dipaksa Cabut Laporan di Komnas HAM & MKDKIJAKARTA â€" Penangguhan tahanan Raffi Ahmad ternyata dibayar mahal, yakni dengan mencabut laporan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

Menurut bekas tim pengacara Raffi, Gloria Tamba, pencabutan tersebut atas dasar pemaksaan dari pihak BNN. Karena pihak BNN dikabarkan ketakutan dengan hasil di MKDKI, dan Komnas HAM.

"Raffi dipaksa cabut pengaduan di MKDKI sama Komnas HAM juga. Karena kabarnya BNN ketakutan dengan hasil di MKDKI, dan Komnas HAM," kata Gloria saat dihubungi wartawan, Senin (29/4/2013).

Menurut Gloria, Raffi terpaksa mengambil keputusan mencabut laporan-laporannya. Bahkan, dia juga diminta melepas tim kuasa hukumnya. Namun hal tersebut dinilai wajar oleh Gloria, pasalnya kondisi presenter Dahsyat ini sedang tertekan.

"Dia terpaksa, dan tertekan secara psikologis, daripada Raffi tetap ditahan di tempat rehab. Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Raffi," ungkapnya.

Meski mengaku tidak bisa berbuat banyak, Gloria meyakini yang telah terjadi saat ini merupakan sebuah penghinaan.

"Jelas itu penghinaan terhadap profesi kami. Tapi kalau itu yang terbaik untuk Raffi, kami mau bilang apa. Tapi Raffi sudah bilang akan kembali menunjuk kami (sebagai kuasa hukum). Hak menunjuk pengacara adalah hak asasi, enggak bisa dibatasi, apalagi dikekang," tandasnya.(gal)

Didin Bagito Prihatin dengan Nasib Komedian Saat Ini

Didin Bagito Prihatin dengan Nasib Komedian Saat IniJAKARTA - Sebagai sesama komedian, Didin Pinasti atau yang akrab disapa Didin Bagito merasa prihatin dengan kondisi komedian di Tanah Air. Menurutnya, banyak pelawak yang tidak memberikan sesuatu yang membangun.

"Agak sedikit resisten juga ya, karena saya juga masih pelaku (comedian). Cuma, di sisi lain, masyarakat sendiri sudah merasakan itu. Bahwa di tengah-tengah maraknya dunia komedi di televisi, tidak diimbangi dengan hal-hal yang membangun," ujar Didin saat ditemui dalam acara ulang tahun PaSKI ke-8 di Planet Hollywood, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu 28 April 2013 malam.

Sebagai pelawak senior, Didin mengajak seluruh insan komedi membuat lawakan yang sehat. Kata Didin, sudah waktunya para komedian memiliki tanggung jawab moral.

"Ayo, bikin komedi yang sehat lah. Harusnya, sebagai pelaku humor punya sedikit tanggung jawab moral," tegas Wakil Ketua PaSKI itu.

Sebagai anggota PaSKI, Didin dan rekan-rekannya hingga saat ini berusaha menghadirkan acara-acara yang dapat diterima masyarakat.

"Kita menjaga, dan berupaya bagaimana menghadirkan acara-acara ke depannya yang menurut kriteria kita bisa diterima masyarakat, dan mengandung edukasi," tutupnya.(gal)

Uje: Mati Bisa di Mana pun

Uje: Mati Bisa di Mana punJAKARTA - Ustadz Jefri Al Buchori (Uje) dikenal sebagai dai yang menggunakan motor gede (moge) sebagai sarana berdakwah. Uje pun harus meregang nyawa saat mengendarai sepeda motor Kawasaki ER650cc B 3590 SGQ miliknya.

"Memang Uje nih orang yang menikmati, boleh dibilang penghobi motor. Sebelum kenal jauh beliau memang penikmat moge. Sampai saya kenal pun beberapa kali ganti moge. Tapi saya lihat niat dia baik, itu bisa menjadi kendaraan dakwah. Beberapa kali kita berdakwah dengan ustadz memasuki kampung-kampung," kata sahabat Uje, Solmed.

Hal senada diungkapkan Ustadz Zaki, yang menilai Uje sangat akrab dengan mogenya.

"Uje motor, motor ya Uje. Selama ke Bandung saya lihat gimana lihainya dia bermotor, dan bisa menguasai motor. Memang sudah sehati," paparnya.

Karena ingin membaur dengan anak muda berdakwah menggunakan sepeda motor, Pipik Dian Irawati pun tak bisa melarangnya.

"Kalau saya melarang itu beliau punya jawaban, 'Mati bisa di mana pun mati, mau naik pesawat kalau takdirnya di pesawat ya meninggal. Karena beliau selalu bilang lima menit ke depan kita tidak pernah tahu apa skenario yang Allah berikan karena sudah menjadi catatan Allah," ujar istri Uje, Pipik.

Bahkan, demi menjalani dakwahnya, alamarhum sering mengunjungi warung yang sepi pengunjung guna berbagi rezeki.

"Touring itu dakwah , kalau enggak salah kita ke Bandung terus lanjut Ciamis atau Tasik., entar pulang mampir di mana. Kita mampir itu ke warung-warung kecil yang orang enggak datang kita datangi. Ngopi ngobrol, kita bawa rezeki deh," papar Solmed.

"Raffi Ditangguhkan karena BNN Takut Dokternya Dihukum"

"Raffi Ditangguhkan karena BNN Takut Dokternya Dihukum"JAKARTA â€" Bekas tim kuasa hukum Raffi Ahmad menegaskan, presenter Dahsyat tersebut bukan bebas, melainkan hanya ditangguhkan penahanannya.

Setelah tiga bulan ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Raffi akhirnya bisa menghirup udara bebas. Namun, dia masih harus menjalani wajib lapor selama sepekan dua kali.

"Wajib, itu ketentuan hukum dan harus dipatuhi," kata Gloria Tamba, bekas tim kuasa hukum Raffi, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (29/4/2013).

Gloria juga membantah penahanan Raffi ditangguhkan karena alasan tulang punggung keluarga. "Tidak ada istilah itu. Raffi ditangguhkan karena BNN takut dokternya dihukum di MKDKI, dan pelanggarannya diusut di Komnas HAM," ungkapnya

Lebih lanjut, Gloria mengatakan, Raffi juga tidak dilarang melakukan aktivitas di luar kota. Pasalnya, bekas kekasih Yuni Shara ini bukan seorang tahanan kota.

"Raffi bukan bebas, tapi ditangguhkan penahanannya. Raffi tidak dilarang keluar kota, karena Raffi bukan tahanan kota. Salah itu pengacara BNN ngomongnya," tandasnya.(gal)

Merasa Dipersulit, Venna Melinda Lega Bertemu Anak

Merasa Dipersulit, Venna Melinda Lega Bertemu AnakJAKARTA- Venna Melinda akhirnya bisa bertemu kedua anaknya, kemarin malam. Artis yang juga anggota DPR itu sebelumnya mengaku dipersulit suaminya untuk bertemu anak-anaknya.

"Alhamdulillah bisa ketemu. Sudah ada pertemuan, 10 menit luar biasa. Jadi semangat untuk hari ini dan selanjutnya. Mohon doanya, minta yang terbaik," ucap Venna ditemui di PA Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).

Bahkan, menurut Venna, anak-anaknya berharap dapat kembali bertemu dengannya pada Jumat mendatang. Meski sedang dalam proses perceraian, Venna meminta kepada sang suami, Ivan Fadilla untuk memperbolehkan dirinya bertemu anak-anaknya.

"Yang jelas melukin kangen banget. Atala minta es teh manis aku yang bikin. Atala minta aku yang jemput pas pulang dari Yogja tapi izin dulu ke papanya boleh ketemu apa enggak. Alhamdulillah bisa ketemu. Jumat semoga bisa jemput. 5-10 menit bisa ketemu cium rambutnya cium pipinya," terangnya.

Ivan Fadillah Sulit Jelaskan Perceraian pada Anak

Ivan Fadillah Sulit Jelaskan Perceraian pada AnakJAKARTA â€" Ivan Fadillah mengaku cukup kesulitan menjelaskan proses perceraiannya dengan Venna Melinda kepada kedua buah hatinya.

Meski anak-anaknya sudah mengetahui apa yang sedang terjadi, Ivan tetap merasa kesulitan menjelaskan duduk persoalan biduk rumah tangganya. Apalagi, sang anak menginginkan mereka untuk tetap bersama.

"Saya sulit memberikan jawaban ke anak-anak atas apa yang terjadi di antara kita," ujar Ivan, ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).

Suami Venna ini juga tidak menampik anak-anaknya kecewa dengan perceraian tersebut. "Kecewa pasti ada, kadang teringat kenapa kok jadi bisa seperti ini," tutupnya.(gal)

Ingin Hak Asuh Anak, Venna Melinda Tak Ingin Berantem Lagi

Ingin Hak Asuh Anak, Venna Melinda Tak Ingin Berantem LagiJAKARTA â€" Seperti pada pernyataan sebelumnya, Venna Melinda bersikeras mendapat hak asuh anak seperti yang dituangkan dalam replik pada sidang perceraian yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, hari ini.

Dalam sidang tersebut, Venna juga menegaskan tidak ingin proses perceraiannya sampai mengganggu perkembangan kedua buah hatinya.

"Jangan sampai ganggu perkembangan anak, yang penting tetap memberikan pendidikan yang terbaik," ungkap Venna ditemui di PA Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).

Kuasa hukum Venna, Kemala Dewi, juga menyatakan sikap kliennya itu bukan ingin menciptakan permusuhan dengan sang suami. Venna juga tidak ingin menjelek-jelekan Ivan Fadillah.

"Proses ini Mbak Venna enggak mau buat keributan, bukan untuk perang, tapi pertahankan anak. Mbak Venna enggak mau menjelekkan. Kami tunggu walaupun sudah dijanjikan Mbak Venna akan menerima anak-anak apapun kondisinya," tandasnya.(gal)

Biar Bebas, Raffi Ahmad Singkirkan Hotma Sitompul

Biar Bebas, Raffi Ahmad Singkirkan Hotma SitompulJAKARTA â€" Setelah dipulangkan dari Lido, Sukabumi, Jawa Barat, secara resmi Rafii Ahmad juga melepaskan tim pengacaranya, sehingga Hotma Sitompul kini sudah tidak lagi mengurusi kasusnya.

"Iya, terkecuali Raffi menunjuk kami lagi nantinya (menjadi kuasa hukum). Raffi bilang itu terpaksa, asal dia bisa keluar dulu," kata bekas tim kuasa hukum Raffi, Gloria Tamba, saat dihubungi wartawan, Senin (29/4/2013).

Menurut Gloria, sebelum Raffi dikeluarkan dari Lido, BNN sudah menyiapkan surat agar presenter Dahsyat itu melepas kuasa hukumnya. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan apakah dikeluarkannya Hotma atas suruhan BNN.

"Yang siapin suratnya BNN sendiri. Kurang pasti apa itu (isi suratnya). Secara hukum, surat itu sudah batal dari awal," tandasnya.(gal)

Disebut Cerai demi Politik, Ini Kata Venna Melinda

Disebut Cerai demi Politik, Ini Kata Venna Melinda JAKARTA - Perceraian Venna Melinda dan Ivan Fadillah dikabarkan hanya pencitraan mereka sebagai persiapan maju di Pemilu 2014. Selain mantan Putri Indonesia itu, Ivan Fadillah juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. 

Kuasa hukum Venna, Kemala Dewi, mengimbau perceraian Venna seharusnya tidak menjandi kosumsi publik. Dia pun membantah Venna melakukan penctraan.

"Yang pasti mbak Venna enggak ada pencitraan. Jadi yang perlu ke masyarakat bukan begini perceraian jadi konsumsi publik," kata Dewi ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).

Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan, perceraian kliennya murni karena masalah pribadi. Menurutnya, permasalhan Venna tak ada kaitannya dengan dunia politik.

"Jadi ini tidak ada kaitannya dengan politik, kita kembali ke fakta persidangan, kita buktikan saja," tandasnya

Untuk diketahui, tidak hanya Venna yang akan terus melanjutkan kariernya sebagai wakil rakyat, muncul kabar yang menyebutkan Ivan juga tertarik menjadi calon legislatif.

Venna Melinda dan Ivan sama-sama dalam satu payung partai Demokrat. Venna melanjutkan perjuangannya dengan duduk sebagai anggota DPR Komisi X di Senayan, sedangkan Ivan Fadilla Soedjoko, tetap memilih menjadi pengurus partai.

Kenang Uje, Warga Tabur Bunga di Lokasi Kecelakaan

Kenang Uje, Warga Tabur Bunga di Lokasi KecelakaanJAKARTA - Empat hari sejak kepergian Ustadz Jefri Al Buchori (Uje), lokasi kecelakaan di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, masih ramai dikunjungi warga.

Tak sedikit pengendara sepeda motor dan mobil berhenti di lokasi guna memberikan karangan bunga, berdoa, atau sekadar mengabadikan gambar melalui telefon selular.

Wisnu, warga Menteng Wadas Timur, yang mengaku sengaja melewati jalan tempat Uje mengalami kecelakaan untuk memberikan doa.

"Kehilangan ya, makanya saya berdoa karena saya ngerasa kehilangan beliau," ujar Wisnu kepada Okezone saat ditemui di lokasi kecelakaan Uje, Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).

Perlu diketahui, Uje mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor pada pukul 02.00 WIB, Jumat dini hari.