Monday, June 3, 2013

Lydia Kandou Tolak Bawa Anak Bersaksi di Persidangan

Lydia Kandou Tolak Bawa Anak Bersaksi di PersidanganJAKARTA â€" Lydia Kandou enggan melibatkan anak-anaknya sebagai saksi pada persidangan perceraiannya dengan Jamal Mirdad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pekan depan.

Hari ini, sidang cerai Lydia dan Jamal kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Lydia yang hanya diwakili kuasa hukumnya, Eleonora Moniung, mengajukan beberapa bukti tertulis seperti akta pernikahan dan surat lainnya.

“Anak-anaknya tentatif untuk bersaksi. Kami tetap mengundang untuk hadir," ungkap Eleonora ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013).

Namun menurut Eleonora, Lydia sebenarnya tak ingin anak-anaknya menjadi saksi perceraian. Menurutnya, keempat anaknya sudah sangat dewasa, sehingga tak perlu ikut campur perceraiannya.

Selama ini, Lydia memang selalu menutup diri mengenai keretakan rumah tangganya. Sejak awal, dia juga tak ingin anak-anaknya hadir dalam persidangan cerai mereka.

"Tapi anak-anak sepertinya tidak perlu datang. Itu juga pesan yang disampaikan klien kami, agar anak-anaknya yang sudah dewasa itu tidak perlu datang," tutupnya.(gal)

Ivan Bingung Venna Melinda Lebih Pentingkan Pencitraan

Ivan Bingung Venna Melinda Lebih Pentingkan PencitraanJAKARTA - Venna Melinda pernah mengaku merasa terzalimi dengan pernyataan Ivan Fadillah mengenai dirinya di media massa. Bahkan, Venna merasa citranya jadi buruk akibat perceraiannya.

Menurut Ivan, selama ini Venna hanya memikirkan masalah pencitraan di bandingkan anak-anaknya.

"Masalah pencitraan, apa yang kita peroleh saat ini merupakan hasil yang didapat dulu. Kita introspeksi lah ya. Lebih berkaca apa yang kita lakukan saja, lebih baik kita menyadari apa yang telah dilakukannya," kata Ivan usai sidang di PA Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013).

Kuasa hukum Ivan, Muhammad Milano, mengaku heran dengan sikap Venna yang selalu menyalahkan kliennya. Menurutnya jika Ivan memang terbukti menzalimi Venna, tidak mungkin kedua anaknya mau tinggal bersama Ivan hingga saat ini.

"Kalau mbak Venna terzalimi, kenapa anak-anaknya mau (tinggal) sama orang yang menzalimi ibunya? Anak-anaknya sudah besar kok. Kenapa anak-anak lebih berpihak ke mas Ivan, ya mungkin sebaliknya, mas Ivan yang terzalimi," tandas Millano.

Gara-Gara Dekat dengan Charly, Terry Putri Ditanya Satpam

Gara-Gara Dekat dengan Charly, Terry Putri Ditanya SatpamJAKARTA â€" Sejak dikabarkan dekat dengan Charly “Setia Band”, Terry Putri selalu mendapat pertaanyaan dari berbagai pihak. Bukan hanya keluarga, namun satpam dan tukang ojek pun sering menanyakan kebenarannya.

Selain sering mendapat pertanyaan, Terry juga sempat merasa khawatir dengan merebaknya pemberitaan tersebut. Pasalnya, dia takut jika pria yang berusaha mendekatinya jadi mundur.

“Untuk para lelaki-lelaki yang dekati aku, aku bilang itu bohong. Satpam gue nanya, ojek gue nanya, teman nyokap nanya. Ya gue jelasin saja," kata Terry di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2013).

Menurut Terry, saat ini dia dan Charly memang kerap bersama karena terlibat pekerjaan yang sama dalam sebuah produksi film.

"Pada saat syuting kita memang harus dekat banget. Di situ kan kita berpasangan, kayak sepasang kekasih biar chemistry-nya ada. Ada adegan romantis, tapi romantisnya di film saja," tutupnya.(gal)

Terry Putri Tak Nyaman Jadi Janda

Terry Putri Tak Nyaman Jadi Janda

Arti Nama Anak Ustadz Guntur Bumi

Arti Nama Anak Ustadz Guntur BumiJAKARTA â€" Anak ketiga Ustadz Guntur Bumi (UGB) bersama Puput Melati, diberi nama Ahmad Nabil Almer Guntur Bumi Qurtubi. Kira-kira apa artinya ya?

Menurut UGB, arti nama bayi laki-laki yang dilahirkan secara caesar, 2 Juni pukul 09.09 WIB, ialah manusia agung yang selalu menjunjung Nabi Muhammad SAW.

"Alhamdulillah anak saya beri nama Ahmad Nabil Almer Guntur Bumi Qurtubi. Ahmad yang artinya manusia yang mulia, Nabil yang artinya manusia yang agung, dan Almer yang artinya akhirat. Sedangkan Guntur Bumi itu nama saya pribadi. Salawat Nabi supaya diingatkan kepada junjungkan kita Nabi Muhammad SAW. Kalau Qurtubi sendiri nama peninggalan dari Alm. Habib Husein Al Atas," kata Ustadz Guntur di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu, 2 Juni malam.

Dalam kesempataan itu, UGB mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga, dan masyarakat yang ikut mendoakan kelancaran kelahiran sang buah hati.

"Mudah-mudahan dengan nama yang panjang umurnya juga panjang, rezekinya panjang. Begitu pula dengan bapaknya, yang mudah-mudahan berdakwahnya juga makin panjang, amin," tutupnya.(gal)

Ivan Fadillah Kesal Venna Melinda Masuk Apartemen Tanpa Izin

Ivan Fadillah Kesal Venna Melinda Masuk Apartemen Tanpa IzinJAKARTA - Ivan Fadillah mengaku tak mengetahui kedatangan Venna Melinda ke apartemen miliknya, 23 Mei lalu. Pasalnya, Venna tidak pernah memberitahu kedatangannya.

Dia sangat menyayangkan tindakan Venna yang tidak berkomunikasi saat hendak bertemu anak-anak.

"Saya justru enggak tahu peristiwa itu, saya dengar pada 23 Mei Venna masuk ke kamar tanpa adanya pemberitahuan ke saya. Mendadak, dan tiba-tiba, makanya saya bingung," kata Ivan ditemui di PA Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013).

Menurutnya, apa yang dilakukan Venna telah melanggar privasinya. Dia mengaku tidak berani melakukan hal serupa jika kedua anaknya berada di apartemen Venna.

"Karena ini kan rumah saya sewa, apakah privasi itu jadi batal tanpa dalil apapun? Karena saya sendiri enggak pernah ada niatan ke apartemen Venna tanpa pemberitahuan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ivan memaparkan, sebelum peristiwa itu dia telah meminta pihak keamanan melarang Venna ke apartemennya. Dia mengaku heran pihak keamanan membiarkan Venna masuk ke apartemennya.

"Saya bilang ke security supaya Venna enggak masuk, tapi saya enggak tahu gimana tiba-tiba security malah mengizinkan. Itu kejadiannya di luar ya," tutupnya.

Ajukan 12 Bukti, Venna Melinda Akui Minta Rp40 Jt per Bulan

Ajukan 12 Bukti, Venna Melinda Akui Minta Rp40 Jt per BulanJAKARTA - Sidang cerai Venna Melinda dan Ivan Fadillah memasuki tahap pembuktian. Dalam sidang, kuasa hukum Venna, Kemala Dewi Nudirman, mengajukan 12 bukti kepada majelis hakim.

Pihak Venna kembali menolak sita marital yang diajukan Ivan dalam persidangan.

"Kita ajukan bukti tertulis, ada 12 bukti. Mengenai sita marital itu tidak benar, jelas dalam prapernikahan sudah jelas ada pemisahan harta termasuk semua," ungkap Kemala ditemui di PA Jakarta Selatan, Senin (3/5/2013).

Lebih lanjut, Kemala mengungkapkan, tuntutan harta bersama yang diajukan Ivan merupakan semua harta yang dimiliki Venna.

Menurutnya, hingga saat ini Venna berusaha menghargai perjanjian pranikah yang pernah mereka sepakati dengan tidak menuntut harta gana-gini. Namun sebelumnya, Venna tak menampik pernah menuntut Ivan menafkahi Rp40 juta per bulan.

"Semua yang diminta Ivan itu punya mbak Venna semua. Venna saja enggak minta apa-apa menghargai kesepakatan yang sudah dibuat," tandasnya.

Wanita Terseksi di Dunia Jadi Pengedar Narkoba

Wanita Terseksi di Dunia Jadi Pengedar NarkobaLOS ANGELES - Setelah video porno, Tulisa kembali membuat heboh Hollywood. Wanita terseksi di dunia ini kepergok menjadi pengedar narkoba.

Seorang wartawan The Sun yang menyamar sebagai seorang pembeli secara diam-diam merekam aksi Tulisa saat mereka tengah melakukan penawaran. Bekas juri X Factor itu mengaku bisa menyiapkan berbagai jenis obat terlarang dengan kualitas terbaik.

Dia juga mengatakan kenal dengan salah satu anggota gengster. Padahal, Tulisa kerap menjadi panutan penggemarnya yang masih berusia 14 tahun.

"Setengah dari daftar telefonku menjualnya (obat terlarang). Tentu saja aku bisa memberikannya padamu. Setengah dari pria yang aku kenal adalah penjual narkoba. Salah satunya seorang pengedar besar. Dia adalah teman baikku. Dia adalah seorang gangster," kata Tulisa.

Dalam investigasi tersebut, Tulisa mengaku tidak mengambil narkoba secara langsung, melainkan hanya mengatur kesepakatan dengan calon pembeli. Dia juga selalu menggunakan kata sandi agar polisi tidak mencurigainya.

Tulisa mengungkapkan bahwa istilah permen putih digunakan untuk kokain, sedangkan permen hijah untuk ganja. Demikian seperti dilansir The Sun, Senin (3/6/2013).

"Kami bicara dalam bahasa rahasia. Aku tak bisa menelponnya dan bilang, 'Apa kamu punya barang itu?' Aku akan bilang, 'Hai, apa kamu punya permen putih? Dan dia akan menjawab, 'Berapa banyak yang diinginkan?'Dan aku akan bilang, 'Oh hanya beberapa kantung permen putih'," lanjutnya.

Tak lama setelah The Sun menulis hasil investigasinya, pihak polisi segera mendatangi rumah Tulisa pada 2 Juni lalu. Bila terbukti bersalah, dia terancam masuk penjara.

Sunday, June 2, 2013

Venna Melinda Kesal Suami Sebut PIL di Depan Anak-Anak

Venna Melinda Kesal Suami Sebut PIL di Depan Anak-Anak

Upaya Keluarga & Ormas Islam Ramai-Ramai Jemput Paksa Ani

Upaya Keluarga & Ormas Islam Ramai-Ramai Jemput Paksa AniCIANJUR - Upaya membawa pulang Ani, yang sudah diceraikan Eyang Subur, terus dilakukan keluarga Ani.

Keluarga Ani, Adi Bing Slamet , Ormas Islam, dan tim advokasi, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), merumuskan bersama upaya terbaik menjemput Ani dari rumah Eyang Subur.

Pertemuan keluarga Ani, Adi Bing Slamet, Ormas Islam, dan tim advokasi P2TP2A, di kantor P2TP2A Cianjur, Jawa Barat, merumuskan upaya bersama menjemput Ani dari rumah Eyang Subur, yang saat ini sudah bercerai.

Dari pertemuan tersebut, beberapa kyai menyatakan perlu untuk mendatangi rumah Eyang Subur, agar Ani bisa dibawa pulang.

Bahkan, dalam dialog muncul upaya paksa untuk menjemput Ani jika pihak Eyang Subur memertahankan Ani, agar tidak kembali ke orangtuanya. Selain itu, pernyataan kuasa hukum Eyang Subur yang akan melepaskan Ani terkesan sebagai tahanan rumah dan tidak manusiawi.

Setelah selesai melakukan pertemuan, keluarga Ani, Adi Bing Slamet, LSM Garis, dan tim advokasi P2TP2A membentangkan spanduk bertuliskan masyarakat Cianjur menunggu itikad baik Subur memulangkan Ani ke Cianjur.

Bahkan, salah seorang kyai berorasi mendesak Subur secepatnya memulangkan Ani ke Cianjur. Jjika Subur bertahan dengan sikapnya tidak mengembalikan Ani ke Cianjur, maka pihaknya akan menjemput paksa Ani dari rumah Subur.

Menurut Adi Bing Slamet, kedatangannya ini sebagai rasa tanggung jawab, dan menunggu kedatangan Subur mengantarkan Ani ke orangtuanya di Cianjur. Adi menganggap pernyataan Subur di beberapa media tidak serius berupaya mengembalikan Ani ke orangtuanya.

"Ani yang tidak mau pulang dari rumah Subur bukan lagi persoalan pribadinya, akan tetapi secara fatwa MUI Subur yang sudah melanggar syariat dan aqidah," ungkap Adi.

"Selain itu, keterlibatan LSM Garis, dan kyai Cianjur dalam persoalan ini sebagai bentuk dukungan," sambungnya.

Sedangkan orangtua Ani, Ade, mengaku akan sekuat tenaga menanggung semua biaya kehidupan Ani jika kembali ke Cianjur.

Saat ini, dia bersama Adi Bing Slamet, Ormas Islam dan tim advokasi P2TP2A akan berupaya membawa pulang Ani ke Cianjur, jika tidak ada itikad baik dari Subur mengantarkan Ani ke Cianjur.

"Hingga saat ini tidak pernah ada komunikasi dengan Subur. Bahkan, jika Ani tidak mau pulang ke Cianjur, saya sebagai orangtua akan menjemput  paksa dengan cara apapun," papar Ade.

Sementara itu, Ketua Ormas Islam Garis, Encep Hernawan menilai pertemuan ini untuk merumuskan cara memulangkan Ani kembali ke orangtuanya di Cianjur. Namun sebelum upaya paksa dilakukan, pihaknya akan mendatangi Polda Metro Jaya dan MUI.