Tuesday, March 5, 2013

BNN Anggap Pengacara Raffi Giring Opini Publik

BNN Anggap Pengacara Raffi Giring Opini PublikJAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya menunjuk Partahi Sihombing sebagai kuasa hukum menjalani sidang praperadilan kasus Raffi Ahmad. Menurut Partahi, selama ini tim pengacara Raffi berusaha menggiring opini publik, bahwa BNN telah melakukan pelanggaran.

"Kalau kita bicara dari kuasa hukum BNN, bicara dari segi etika. Kami lihat dari kuasa hukum Raffi mencoba giring opini publik," ungkap Partahi ditemui di PN Jakarta Timur, Rabu (6/3/2013).

Dia menuturkan, tidak ada masalah mengenai penangkapan Raffi, karena menurutnya Raffi telah tertangkap tangan. Menurutnya, selama ini pihak Raffi hanya mempermasalahkan zat metilon.

"Dari segi penangkapan, enggak perlu ada laporan. Ini tertangkap tangan. Masalah penahanan jangan hanya terpaku pada metilon, metilon, dan metilon. Kita bisa melihat di rumah itu ada terdapat dua linting ganja dan 14 metilon. Dia (Raffi) yang menunjukkan sendiri tempatnya," ungkapnya.

Sebagai tuan rumah, Raffi sangat bertanggung jawab sebagai penyedia tempat bagi para pengguna narkoba lainnya.

"Siapa orang yang mengaku memiliki barang tersebut. Kalau enggak ada yang mengakui, artinya tuan rumah harus bertanggung jawab," tandasnya.

Gading Marten Khawatir Gisel Operasi Tumor Payudara

JAKARTA - Artis cantik Giselle Anastasia baru menjalani operasi payudara. Meski sempat khawatir, Gading Marten merasa lega kekasihnya telah operasi.

"Sudah keluar, sudah dalam pemulihan. Khawatir ya, enggak terbiasa dengan ini," ujar Gading saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2013).

Sebagai kekasih, Gading setia menemani calon istrinya itu. Namun sayang, Gading belum menjelaskan operasi yang dijalani Gisel.

"Saya menemani setelah operasi, karena operasinya pagi jam 07.00 WIB," tandasnya.

Sekadar diketahui, Gisel telah lama merasakan masalah pada payudaranya. Namun, dara kelahiran Surabaya, 22 tahun lalu itu baru menyempatkan diri mengangkat tumor di payudaranya.

Luna Maya Tak Puas dengan Sidang Raffi Ahmad

Luna Maya Tak Puas dengan Sidang Raffi AhmadJAKARTA - Luna Maya turut hadir menyaksikan sidang praperadilan kasus Raffi Ahmad di Pengadilan Jakarta Timur.

Menanggapi jalannya sidang, bekas presenter Dahsyat itu mengaku masih belum puas dengan persidangan hari ini. Namun menurutnya, majelis hakim telah berlaku fair selama jalannya sidang.

"Enggak bisa dibilang memuaskan, aku lihat hakim fair, tapi dari pembacaan tadi BNN banyak kekhawatiran. Mungkin itu jadi pertimbangan mereka," kata Luna ditemui di PN Jakarta Timur, Rabu (6/3/2013).

Namun, dia menyambut positif sidang yang digelar secara terbuka. Dengan begitu, masyarakat dapat menilai langsung kasus bekas kekasih Yuni Shara itu.

"Mudah-mudahan bisa fair, lancar. Karena sebenarnya ini bagus juga sidang terbuka, jadi masyarakat hadir nonton langsung, dan lihat bagaimana proses persidangan," tandasnya.

Pengacara: Tak Penting Yuni Shara Kenal Petinggi Polres Malang!

Pengacara: Tak Penting Yuni Shara Kenal Petinggi Polres Malang!JAKARTA - Kapolres Malang, Teddy Mihasa, telah membantah melakukan percakapan dengan Yuni Shara yang memintanya menangkap Raffi Ahmad. Teddy hanya mengaku teman bekas kekasih presenter Dahsyat itu.

Kuasa hukum Yuni Shara, Minola Sebayang, menuturkan tak penting kliennya mengenal atau tidak petinggi Polri Malang itu. Dia lebih menanyakan keabsahan isi SMS tersebut.

"Itu bukan hal yang penting (Yuni Shara kenal dengan Kapolres Malang), yang penting mereka yang menyebarkan berani tidak mempertanggung jawabkan hal itu secara hukum," kata Minola saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3/2013).

Menurutnya, jika terbukti benar isi percakapan tersebut, dia menilai masyarakat sipil sudah sangat mudah melakukan penyadapan terhadap orang lain.

"Terkait bukti tersebut, "jika benar" yang merupakan komunikasi pihak lain, masih aman enggak sih negara kita jika pihak swasta juga sudah bisa melakukan penyadapan?," ungkapnya.

Dia pun meminta penyebar SMS tersebut menunjukkan keabsahan isi percakapan Yuni.

"Kalau gentle sebenarnya jangan "main belakang" muncul, dan buktikan jika print itu benar, termasuk cara mendapatkannya," tutupnya.

Ini Alasan BNN Tak Hadirkan Raffi Ahmad

Ini Alasan BNN Tak Hadirkan Raffi AhmadJAKARTA - Dalam sidang kedua praperadilan kasus Raffi Ahmad yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pihak BNN kembali tidak menghadirkan presenter Dahsyat itu.

Menurut Benny Mamoto, Kepala Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN, baru kali ini pihaknya diminta menghadirkan pemohon (Raffi) dalam sidang praperadilan.

Sidang kembali dilanjutkan Besok, Kamis 6 Maret 2013, dengan agenda Duplik dan menghadirkan saksi pemohon.

"Memang tidak, kami berkali-kali menghadapi sidang praperadilan, dan baru kali ini tersangka diminta dihadirkan dan hakim menyetujui," ungkap Benny ditemui di PN Jakarta Timur, Rabu (6/3/2013).

Benny menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat untuk menilai kebijakan yang dilakukan BNN terhadap Raffi. Sebab dia hanya melaksanakan Undang-Undang.

"Biar nanti publik yang menilai, kami melaksanakan UU, BNN ingin menyelamatkan generasi muda kita. BNN ingin anak-anak muda kita tidak nanti menjadi seenaknya pakai narkoba," tandasnya.

SMS "Hantu", Yuni Shara Enggan Tanggapi Isu Infokan Raffi

SMS "Hantu", Yuni Shara Enggan Tanggapi Isu Infokan RaffiJAKARTA - Isi percakapan SMS-nya dengan Kapolres Malang, Teddy Minahasa, telah terkuak di persidangan Raffi Ahmad. Namun Yuni Shara mengaku belum mengetahui isi SMS tersebut.

Bahkan, karena sumbernya tidak jelas, Minola Sebayang enggan menanggapi lebih jauh tersebarnya isi percakapan kliennya.

"Kalau tidak ada sumbernya, berarti dari "hantu". Lalu kalau begitu buat apa kita tanggapi sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya?," kata kuasa hukum Yuni Shara, Minola Sebayang,  saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3/2013).

Menurutnya, bekas kekasih Raffi Ahmad itu belum mengetahui isu dirinya penyebar info Raffi pakai narkoba, lewat SMS yang tersebar.

"Yuni belum tahu tentang informasi ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Minola mengungkapkan, kliennya tidak mengetahui dari mana asal SMS yang tersebar. Dia pun mempertanyakan isi percakapan tersebut bisa tersebar.

"Kita tidak tahu dari mana print-print-an itu, siapa yang menyebarkannya dan bagaimana cara mendapatkannya," tutupnya.

Bekas Manajer Ditangkap, Gading Marten Kunjungi Polda

Bekas Manajer Ditangkap, Gading Marten Kunjungi PoldaJAKARTA - Gading Marten melaporkan bekas manajernya, Weby, atas dugaan tindak penggelapan. Dan kini, Weby telah ditahan Polda Metro Jaya.

Ditemani kuasa hukumnya, Sandy Arifin, kekasih Giselle Anastasia itu mengunjungi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

"Karena ini menindaklanjuti kasus yang pernah kita laporkan di Polres Barat terus dilimpahkan ke Polda. Weby mantan manajer saya yang enggak bayar uang honor saya, kemarin dapat informasi Weby sudah diamankan," jelas Gading saat ditemui di kantor Direktorat Reserse Kriminal, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2013).

Hari ini, rencananya Gading akan mengkonfirmasi mengenai bukti yang telah diberikan kepada pihak kepolisian. Kata Gading, uang sebesar Rp250 juta miliknya belum dikembalikan hingga saat ini.

"Hari ini mau konfirmasi dulu, mengenai bukti-bukti yang sudah kita kasih. Rp250 juta yang belum," tutup Gading yang hingga kini masih berada di kantor Direktorat Reserse Kriminal.

Lagi, BNN Tak Hadirkan Raffi Ahmad di Sidang Praperadilan

Lagi, BNN Tak Hadirkan Raffi Ahmad di Sidang PraperadilanJAKARTA - Sidang praperadilan Raffi Ahmad kembali digelar di Pengadilan Jakarta Timur, hari ini. Namun Raffi kembali tak tampak di sidang yang seharusnya dia hadiri.

Ibunda Raffi tampak hadir sejak pagi hari. Seperti pada hari pertama, para sahabat Raffi juga turut hadir memberikan dukungan moral. Mereka kompak mengenakan kaos bertuliskan "He's Victim, dan Korban Konspirasi.

Dalam sidang tersebut, tampak Luna Maya, Jessica Iskandar, Ruben Onsu, dan Melly Goeslaw ikut meramaikan sidang yang dipenuhi para Raffiah (sebutan untuk penggemar Raffi). Namun setelah sebelumnya majelis hakim meminta Raffi hadir, pihak BNN belum dapat menghadirkan presenter Dahsyat itu di hadapan majelis hakim.

"Kami sudah sampaikan kepada pemohon, tetapi pemohon menanyakan ke kami apa relevansinya dihadirkan pemohon dalam persidngan, karena Raffi sudah memberikan kuasa," kata pihak BNN ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (6/3/2013).

Hal tersebut kembali menjadi perdebatan panjang dalam persidangan yang saat ini masih berlangsung. Kuasa hukum Raffi, Hotma Sitompul, bersikeras lajang asal Bandung itu dihadirkan dalam persidangan.

"Kami tidak minta itu hak, UU mengatakan pemohon harus hadir apakah didampingi atau tidak itu urusan kedua," tandasnya

Direhabilitasi, Karier Raffi Ahmad Hancur

Direhabilitasi, Karier Raffi Ahmad Hancur JAKARTA - Raffi Ahmad tengah menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi BNN, di Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Hotma Sitompul menilai masuknya Raffi ke pusat rehabilitasi bisa menghancurkan karier kliennya.

Hotma bersikeras meminta Raffi tidak direhabilitasi, karena presenter Dahsyat itu akan dicap sebagai seorang pecandu narkoba, jika direhab.

"Begitu direhab, rusaklah dia. Kalau dibilang dia pecandu, atau ketergantungan obat, kontrak tidak akan ada lagi, kontrak yang dulu ditarik lagi semua. Habislah dia," kata kuasa hukum Raffi, Hotma Sitompul, ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 5 Maret 2013.

Lebih lanjut ayah Bams Samsons itu menuturkan, apa yang dilakukan dirinya didukung Raffi. Hingga saat ini, Raffi bersikukuh tidak menggunakan narkoba seperti yang dituduhkan BNN.

"Saya tanya ke dia (Raffi). 'Pilih lawan Pak. Saya tidak berbuat, saya lawan'. Kenapa BNN sebegini kencangnya? Apa punya bukti?," ungkapnya meniru ucapan Raffi.

Menurut Hotma, apa yang dilakukan BNN dengan merehabilitasi bekas kekasih Yuni Shara itu sebuah pertaruhan nama baik dari BNN.

"Kalau saya belakangan ini melihat, ini cuma mempertaruhkan nama baik saja. Karena kalau Raffi nanti terbukti tidak, habis dia," tandasnya.